faktanesia.id,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membekali pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan strategi pengelolaan zakat yang berdampak melalui program BAZNAS Strategic Development di Pekanbaru, Riau.
Program yang diselenggarakan BAZNAS melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat BAZNAS) bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Riau tersebut berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 50 hingga 100 peserta yang terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Riau.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., mengatakan, pelatihan kepemimpinan tersebut diinisiasi untuk memperkuat kompetensi para pimpinan BAZNAS di tingkat wilayah dan daerah agar mampu mengelola zakat secara amanah, profesional, dan berintegritas.
“Program BAZNAS Strategic Development ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota agar mampu menjalankan peran sebagai amil yang profesional serta berintegritas,” ujar Zainut dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Menurut Zainut, melalui pelatihan ini para pimpinan diharapkan memahami tugas dan wewenang kelembagaan secara utuh, mematuhi kerangka hukum, serta mampu menyusun strategi pengumpulan dan penyaluran zakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta akan mendapatkan sembilan materi utama yang mencakup tata kelola Lembaga Pemerintah Non-Struktural (LPNS), etika pengelolaan zakat, kepemimpinan, optimalisasi fundraising, hingga manajemen kehumasan.
“Melalui program ini, para pimpinan diharapkan mampu melaksanakan tugas kelembagaan secara utuh serta memiliki strategi pengumpulan, penyaluran, dan kehumasan yang konkret sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat di wilayahnya,” katanya.


