faktanesia.id, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi pengelolaan zakat dan program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui agenda audiensi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Audiensi ini berfokus pada evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) guna mengoptimalkan pengelolaan dan mobilisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pada kesempatan yang sama, KP2MI juga menyerahkan donasi secara simbolis melalui BAZNAS sebesar Rp100.000.000 untuk disalurkan kepada masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut sinergi ini difokuskan pada penguatan peran BAZNAS dalam menghimpun hingga menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang secara khusus ditujukan bagi kesejahteraan para pekerja migran.
“Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini,” jelas Sodik Mudjahid dalam konferensi pers setelah agenda audiensi dengan KP2MI.
Menurutnya, melalui sinergi ini, BAZNAS juga menyiapkan dukungan dana tambahan bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Sodik menjelaskan, program bantuan berupa beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan turut dialokasikan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan di dalam negeri.
“Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Drs. Mukhtarudin menyebut pihaknya berkomitmen untuk memperkuat sinergi bersama BAZNAS guna membangun ekosistem perlindungan dan pemberdayaan yang komprehensif bagi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.
Melalui kerja sama ini, kata Mukhtarudin, kedua pihak berupaya mengoptimalkan bantuan darurat, skema pembiayaan penempatan, hingga pelatihan wirausaha bagi purna-PMI guna mendorong transformasi ekonomi mereka.
“Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki,” tutur Mukhtarudin.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran dari BAZNAS RI Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Direktur Pengumpulan Badan Negara dan Badan Swasta H. Faisal Qosim, Lc., CWC., CFRM., Kepala Divisi Pengumpulan BUMN Argo Sayoto, serta Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., Dirjen Penempatan Ahnas, S.Ag., M.Si., dan Dirjen Pemberdayaan Dr. Moh. Fachri, S.STP., M.Si.


