faktanesia.id, – Akses geografis yang sulit pascagempa bumi tidak menghentikan pelayanan kesehatan bagi para penyintas di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk mendatangi langsung posko pengungsian hingga wilayah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Langkah ini menjadi strategi penting dalam penanganan pascabencana karena warga yang membutuhkan layanan medis tidak harus menunggu atau menempuh perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Tim medis justru menyisir pemukiman dan posko pengungsian mandiri di Kecamatan Reok hingga wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat.
Hingga kini, tim medis RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak setiap hari, terutama warga yang menghadapi kendala transportasi dan keterbatasan akses akibat kondisi geografis serta dampak bencana.
Jemput Penyintas


Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan tersebut sengaja dirancang secara proaktif agar kelompok rentan, termasuk lansia dan anak-anak, tidak terlewat dari penanganan medis.
“Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” jelas Idy Muzayyad di NTT, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, keterbatasan fasilitas kesehatan lokal membuat pola pelayanan bergerak menjadi penting. Tim tidak hanya beroperasi di posko utama, tetapi mendatangi titik-titik pengungsian yang sulit diakses.
Tembus Pelosok
Tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan pelayanan sejak awal difokuskan pada wilayah yang menghadapi hambatan akses transportasi.
“Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo sekaligus fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, menyebut layanan bahkan menjangkau Pantai Utara.
“Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat, dan masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” tuturnya.
Bukan Sekadar Medis

Intervensi BAZNAS tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan. Tim juga mendistribusikan sembako dan logistik dapur umum melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
BAZNAS turut menyediakan masjid darurat serta sarana sanitasi untuk menopang kebutuhan ibadah dan kebersihan para pengungsi.
Ajak Publik Peduli
Idy menilai pemulihan penyintas membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Karena itu, BAZNAS mengajak masyarakat ikut membantu pemulihan warga terdampak gempa.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” imbau Idy Muzayyad.


