faktanesia.id – Pendiri Yayasan Puan Amal Hayati, Nyai Hj. Sinta Nuriyah Wahid, menegaskan bahwa memuliakan perempuan merupakan kunci utama kemajuan bangsa. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Syukuran dan Peresmian Vigano Farm di kawasan Rancamaya, Kota Bogor, Minggu (1/2/26).
Dalam sambutannya, Nyai Sinta mengajak masyarakat menempatkan perempuan sebagai fondasi moral dan peradaban, bukan sekadar pelengkap dalam struktur sosial. Istri Presiden ke-4 RI, almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), itu menilai ketidakadilan terhadap perempuan masih terjadi hingga hari ini.
“Tetapi sampai saat ini perempuan masih berada dalam pertindasan. Karena itu marilah kita hormati perempuan. Bukan karena kita terlahir melalui perempuan,” ujar Nyai Sinta.
Menurutnya, penghormatan terhadap perempuan harus berangkat dari pengakuan atas martabat kemanusiaan, bukan semata alasan biologis. Perempuan, kata Nyai Sinta, memiliki nilai intrinsik yang tidak boleh direduksi.
“Perempuan adalah malaikat-malaikat yang nyata. Perempuan terlahir bukan untuk menjadi bayang-bayang laki-laki, tetapi berhak menentukan hidupnya sendiri,” tegasnya.
Dalam perspektif keislaman, Nyai Sinta menekankan peran strategis perempuan dalam menentukan kualitas sebuah bangsa. Ia menyebut perempuan sebagai penopang utama tegaknya negara.
“Perempuan adalah tiang negara. Kalau perempuannya baik, negaranya akan baik. Kalau perempuannya rusak, negaranya juga akan rusak,” tuturnya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW tentang kemuliaan seorang ibu sebagai landasan kuat posisi perempuan dalam Islam.
“Ketika ditanya siapa yang harus dimuliakan, Rasulullah menjawab: Ibumu, ibumu, ibumu, baru kemudian bapakmu,” katanya.
Ajaran tersebut, lanjut Nyai Sinta, menegaskan bahwa perempuan bukan pihak kedua, melainkan mitra sejajar laki-laki dalam kehidupan.
“Perempuan berdiri tegak di samping laki-laki sebagai mitra sejajar,” ujarnya.

Senada dengan pesan tersebut, Pendiri Vigano Farm, Edi Yansah, menyampaikan bahwa lahirnya Vigano Farm merupakan hasil perjalanan panjang lebih dari 15 tahun dalam membangun kemandirian pangan dan mengangkat nilai produk nasional.
Ia menuturkan, fondasi utama dari perjalanan tersebut tidak lepas dari peran seorang ibu yang menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak awal.
“Ridho, doa, dan pengajaran seorang ibu menjadi kekuatan moral dan spiritual dalam menapaki perjalanan panjang membangun Vigano Farm,” kata Edi.
Menurutnya, nilai kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan yang diwariskan seorang ibu menjadi pijakan dalam membangun usaha pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemanusiaan.
Saat ini, Vigano Farm mengelola lebih dari 300 hektare lahan pertanian, tidak hanya untuk produksi pangan sehat, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan petani lokal berbasis pertanian berkelanjutan. Model usaha ini, kata Edi, menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Dari kalangan akademisi, Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, H.M. Ihsanuddin, menekankan bahwa petani memiliki posisi strategis dalam membangun bangsa, tidak hanya sebagai penghasil pangan tetapi juga penjaga keseimbangan alam.
“Petani adalah sayyidul bilad, penjaga alam sekaligus pemberi manfaat bagi manusia,” ujarnya.
Ia menilai Vigano Farm mencerminkan praktik pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai keimanan, sejalan dengan pendekatan ekoteologi yang saat ini dikembangkan pemerintah.
“Manusia adalah khalifatullah fil ardh. Kita wajib menjaga bumi agar tidak rusak, karena seluruh alam bertasbih kepada Allah,” tegas Ihsanuddin.

Acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo, Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, serta tokoh masyarakat dan petani lokal.
Dari sisi pemerintah, Sekjen Kemenhan RI Tri Budi Utomo menilai inisiatif Vigano Farm sejalan dengan program prioritas nasional, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas nasional.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengapresiasi Vigano Farm sebagai pelopor agrowisata taman buah dan pertanian terpadu dari hulu ke hilir di Kota Bogor. Ia menyebut kawasan Rancamaya sangat ideal untuk pengembangan buah unggulan, terutama durian.
“Varietas durian Rancamaya sudah dikenal unggul sejak dulu dan kualitasnya tidak kalah dengan buah impor,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan simbolis bibit durian dan pupuk hayati Vigano kepada perwakilan pesantren dan petani lokal, sebagai wujud kolaborasi antara iman, alam dan ketahanan pangan nasional


