faktanesia.id — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meresmikan Vigano Farm yang berlokasi di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (1/2/26). Peresmian ini menandai komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong pengembangan pertanian perkotaan berbasis inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan potensi wisata kebun.
Peresmian Vigano Farm dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Pendiri Yayasan Puan Amal Hayati Sinta Nuriyah Wahid, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para petani. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Bogor dan penyerahan simbolis bibit pohon durian kepada petani Bogor.

Dalam sambutannya, Dedie A. Rachim menilai Vigano Farm sebagai contoh keberhasilan pertanian perkotaan yang dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pengelolaan tersebut mencakup penggunaan pupuk organik, pembibitan, hingga pengolahan hasil pertanian.
“Ini adalah usaha pertanian perkotaan yang berhasil di Kota Bogor. Dari hulu ke hilir, mulai dari pupuk sampai produk hasil pertaniannya dikelola dengan baik. Tanaman yang dikembangkan pun merupakan buah-buahan yang diminati masyarakat,” ujar Dedie.
Ia menjelaskan, Vigano Farm mengembangkan berbagai bibit buah unggulan seperti durian Musang King, durian Black Thorn, serta sejumlah varietas lain yang telah berhasil dibudidayakan dan dipanen beberapa kali di Bogor. Selain bernilai ekonomi, Dedie melihat Vigano Farm memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis kebun buah.
“Potensinya bukan hanya pada hasil pertanian, tetapi juga kepariwisataannya. Kami berharap Vigano Farm yang baru diresmikan ini dapat terus mengembangkan bibit-bibit unggul, terutama durian langka, serta buah-buahan lain seperti manggis dan dukuh,” katanya.
Dedie juga menyoroti keunggulan durian varietas Rancamaya yang telah lama dikenal sebagai varietas unggul khas Bogor. Dengan kondisi tanah yang subur, didukung teknologi budidaya dan pupuk yang memadai, kawasan Rancamaya dinilai mampu menghasilkan buah dengan kualitas tinggi.
“Kualitas buah yang dihasilkan tidak kalah dengan buah impor. Harapannya, dari Bogor ini produk pertanian unggulan dapat dikembangkan ke daerah lain sekaligus memperkuat identitas Bogor sebagai kota pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Vigano Farm, Edi Yansah, menyampaikan bahwa Vigano Farm dibangun sebagai contoh gerakan menanam pohon buah yang melibatkan masyarakat luas. Ia mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam dua hingga tiga pohon buah sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Kalau hanya pengusaha yang menanam durian, itu belum cukup. Masyarakat juga harus ikut menanam, meski hanya dua atau tiga pohon di halaman rumah,” kata Edi.
Ke depan, Vigano Farm juga menargetkan pengembangan kebun wisata buah yang bersifat edukatif dan produktif. Peresmian Vigano Farm diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam membangun pertanian perkotaan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani.


