Ratusan pesepak bola belia tampak penuh semangat sejak awal pertandingan. Di hadapan para peserta, Sachrudin menegaskan bahwa Liga PASS tidak semata-mata berorientasi pada hasil akhir, melainkan menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak melalui olahraga.
“Menang atau kalah itu biasa. Yang paling penting, adik-adik belajar bermain jujur, disiplin, dan saling menghargai di lapangan,” ujar Sachrudin.
Ia juga memberikan motivasi kepada para pemain muda agar terus menumbuhkan rasa percaya diri dan tidak ragu bermimpi besar di dunia sepak bola.
“Saya yakin, adik-adik di sini punya potensi luar biasa. Terus berlatih, siapa tahu kelak bisa jadi atlet profesional,” katanya.
Bahkan, secara khusus Sachrudin mendorong para peserta untuk menanamkan cita-cita membela klub kebanggaan daerah.
“Kalau bisa nanti saat dewasa, jadi pemain Persikota Tangerang. Semua punya kesempatan,” tegasnya, yang disambut riuh antusias para pemain.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Tangerang serta para orang tua yang konsisten mendampingi anak-anaknya menekuni aktivitas positif melalui olahraga.
“Sepak bola ini olahraga rakyat, semua bisa ikut, dari anak-anak sampai orang dewasa. Mudah-mudahan dari lapangan hijau ini lahir anak-anak hebat, tidak hanya sebagai atlet, tapi juga sebagai generasi dan pemimpin masa depan,” tuturnya.
Sebagai catatan, Liga PASS Kota Tangerang 2026 diikuti oleh 30 tim yang berasal dari 17 SSB. Dari jumlah tersebut, 12 tim berlaga di kategori U-10, sementara 18 tim lainnya bertanding pada kategori U-12. Kompetisi ini diharapkan menjadi fondasi awal pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tangerang.
Sumber: Siaran Pers Pemerintah Kota Tangerang


