faktanesia.id, – Penyelenggaraan Dubai 2025 Asian Youth Para Games resmi ditutup dengan catatan prestasi yang mengesankan, menjadikannya salah satu edisi paling sukses dan inspiratif dalam sejarah ajang olahraga para usia muda di Asia.
Digelar di bawah naungan Presiden Komite Olimpiade Nasional sekaligus Ketua Dewan Olahraga Dubai, Sheikh Mansoor bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, perhelatan tersebebut menghadirkan sekitar 1.500 atlet dari 35 negara. Ajang tersebut menjadi panggung perayaan semangat generasi muda, keunggulan prestasi, serta nilai inklusivitas dalam olahraga.
Penutupan yang berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) malam menandai berakhirnya edisi bersejarah dengan capaian 25 rekor baru, terdiri atas 9 rekor dunia dan 16 rekor Asia, mencerminkan lonjakan kualitas dan daya saing olahraga para di kawasan ini.
Tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) tampil kompetitif dengan mengoleksi 23 medali, masing-masing 6 emas, 8 perak, dan 9 perunggu, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang negara tersebut dalam pembinaan atlet para usia muda.
Sejarah juga tercipta bagi sejumlah negara peserta. Bangladesh dan Maladewa berhasil meraih medali perdana mereka di Asian Youth Para Games. Bahkan, Bangladesh mencatat debut luar biasa dengan menyabet tiga medali emas, menarik perhatian publik internasional.
Pada klasemen akhir, Uzbekistan keluar sebagai juara umum dengan 197 medali, termasuk 99 emas. Posisi berikutnya ditempati Republik Islam Iran dengan 62 emas dari total 216 medali, disusul Jepang yang mengamankan 40 medali emas, menunjukkan kedalaman talenta muda atlet para Asia.
Dubai 2025 juga menorehkan tonggak baru sebagai Asian Youth Para Games pertama yang mengintegrasikan robot berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam operasional ajang. Robot AiMOGA dari Chery International tampil dalam upacara pembukaan serta membantu prosesi penyerahan medali, menghadirkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan aksesibilitas dan interaksi atlet.
Rangkaian penutupan dimeriahkan parade kontingen dan prosesi serah terima bendera. Secara resmi, bendera Asian Youth Para Games diserahkan kepada Kamboja sebagai tuan rumah edisi ke-6, diterima oleh Borus Samheng, Menteri Atase kepada Perdana Menteri Kerajaan Kamboja.
Ketua Panitia Penyelenggara Lokal, H.E. Thani Juma Berregad, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yang Mulia Sheikh Mansoor bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Ia menegaskan dukungan dan naungan kepemimpinan beliau menjadi faktor kunci keberhasilan penyelenggaraan. Menurutnya, Dubai 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan perjalanan inspirasi, persatuan, dan perwujudan mimpi. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada para relawan yang disebutnya sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.
Senada dengan itu, Majid Rashed, Presiden Asian Paralympic Committee, menilai Dubai 2025 sebagai salah satu edisi terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan, seraya memuji kepemimpinan UEA, Dewan Olahraga Dubai, Panitia Penyelenggara Lokal, serta seluruh mitra pendukung.
Dengan rekor-rekor baru, pencapaian bersejarah, terobosan teknologi, dan kisah-kisah kemanusiaan yang menggugah, Dubai 2025 Asian Youth Para Games menetapkan standar baru bagi ajang ini sekaligus menegaskan komitmen Asia dalam memberdayakan generasi masa depan atlet para.
“Saya sangat terharu karena lagu Anthem Asian Paralympic Committee dikumandangkan baik pada upacara pembukaan maupun penutupan acara ini. Saya bersyukur kepada Tuhan,” ujar Natalia Tjahja, pencipta lagu Anthem Asian Paralympic Committee.[]


