faktanesia.id – Dua tokoh muda berlatar belakang ekonomi yaitu Defiyan Cori dan Hamdan Nugroho memberikan pandangannya terkait pemilihan Gubernur BI.
Ekonom Konstitusi yang akrab disapa Defiyan ini menanggapi perihal banyaknya media yang meminta komentarnya terkait mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo.
“Masya Allah, banyak media yang bertanya,” ungkap Defiyan.
Defiyan tidak menanggapi lebih jauh terkait pertanyaan seputar latar belakang pengunduran Gubernur BI tersebut.

Defiyan justru menyoroti tampilnya Destry Damayanti sebagai Pjs Gubernur BI.
Ia menyatakan penunjukkan Desty itu untuk menghindari keraguan publik bila yang memimpin BI kerabat Presiden Prabowo.
Defiyan menilai publik akan memberikan tekanan berupa ketidak percayaan bila keponakan Presiden Prabowo Thomas Djiwandono yang menjabat sebagai Pjs Gubernur BI.
Ia menambahkan penunjukkan Destry terpaksa dilakukan walaupun Destry tidak memahami persoalan moneter.
“Apalagi ekonomi,” kata murid kesayangan Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Professor Mubyanto ini.
Sementara itu pengusaha muda UMKM Hamdan Nugroho lebih terbuka menanggapi pemilihan Gubernur BI.
Menurutnya Gubernur BI membutuhkan figur yang berilmu dan berpengalaman.
“Dan senior juga,” tutur Hamdan.

Di tengah situasi ekonomi yang seperti ini BI membutuhkan figur yang tepat.
Hamdan menambahkan BI membutuhkan figur yang mampu menghitung langkah secara cepat dan tepat.
Hamdan mengibaratkan seperti permainan catur, BI membutuhkan seorang Grand Master yang mampu menghitumg langkahnya secara cermat, cepat dan tenang.
Ibarat permainan catur, Hamdan menambahkan bila langkah tidak dilakukan secara cermat akan berakibat fatal
“Bila blunder, bisa selesai permainan,'” ujar aktivis 98 Yogyakarta ini.
Begitu juga sebaliknya menurutnya bila langkah diambil dengan lambat maka akan kehilangan waktu dan momentum.
Menurutnya Gubernur BI itu harus sosok berilmu dan berpengalaman sehingga bisa tenang dalam menghadapi situasi apapun.
Ia menyakini ketenangan dengan dasar ilmu dan pengalaman membuat figur tersebut mampu membuat keputusan secara cepat dan akurat.
“Layaknya Grand Master Catur,” kata Dosen Teknik Ekonomi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Ini.
Hamdan pun menjawab lugas siapa yang layak memimpin Gubernur BI seperti yang diibaratkan Grand Master itu
“Muliaman Hadad,” ucap Alumni HMI ini.


