faktanesia.id, – Tren masyarakat perkotaan yang semakin akrab dengan aktivitas hingga larut malam mulai mengubah peta industri kuliner. Restoran kini tidak lagi sekadar menjadi tempat makan, tetapi juga ruang untuk melepas penat, membangun relasi, hingga menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan sahabat setelah jam kerja usai.
Membaca perubahan tersebut, Vasaka Hotel Jakarta meluncurkan program kuliner malam bertajuk “The Late Shift” di Canting Restaurant, lantai tujuh hotel. Promo ini menawarkan kombinasi hidangan utama dan minuman signature yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman late dining dengan cita rasa premium dalam suasana yang nyaman.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana hotel berbintang mulai menangkap peluang pasar yang selama ini belum banyak digarap secara serius, yakni kebutuhan masyarakat urban terhadap pilihan bersantap malam yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang berkesan.
Tren Baru
Fenomena late dining menjadi salah satu perubahan gaya hidup masyarakat di kota besar. Mobilitas yang tinggi membuat waktu makan malam bergeser menjadi lebih larut, terutama bagi kalangan pekerja profesional, pebisnis, hingga komunitas yang sering mengadakan pertemuan selepas jam kantor.
Melalui The Late Shift, Canting Restaurant menghadirkan empat menu utama yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Salah satu menu unggulan adalah Nasi Goreng Steak seharga Rp150.000 net per porsi. Menu ini memadukan nasi goreng khas Indonesia dengan potongan steak yang juicy, disajikan bersama telur mata sapi, acar segar, serta pelengkap lainnya.
Bagi pencinta kuliner Jepang, tersedia Ramen Yakiyazen seharga Rp90.000 net per porsi. Hidangan ini menyajikan ramen hangat dengan kuah gurih yang dipadukan ayam panggang, telur, jagung manis, nori, serta berbagai pilihan topping.
Sajian Signature
Selain makanan utama, Canting Restaurant juga menawarkan dua minuman khas yang menjadi pelengkap pengalaman bersantap malam.
Crush Koffie & Cream dibanderol Rp55.000 net per gelas, menghadirkan perpaduan kopi dengan foam lembut bertekstur creamy.
Sementara Spy Spice, juga seharga Rp55.000 net per gelas, menawarkan sensasi minuman dengan sentuhan rempah yang memberikan rasa segar sekaligus berbeda dibandingkan minuman konvensional.
Kombinasi menu tersebut menjadi bagian dari upaya restoran menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga suasana.
Jawab Gaya Hidup
Executive Sous Chef Vasaka Hotel Jakarta, Lutfi Firdausi, mengatakan konsep The Late Shift lahir dari kebutuhan tamu yang kerap datang setelah menyelesaikan aktivitas sepanjang hari.
“Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan pilihan hidangan yang hangat, mengenyangkan, dan berkualitas bagi para tamu yang baru selesai beraktivitas atau pulang bekerja. Harapannya, Canting Restaurant bisa menjadi tempat yang nyaman untuk mengisi perut sekaligus menikmati waktu bersantai di penghujung hari,” kata Lutfi.
Pernyataan tersebut menunjukkan strategi kuliner hotel kini tidak lagi sekadar menawarkan menu baru, melainkan membangun pengalaman (dining experience) yang sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat modern.
“The Late Shift” merupakan bagian dari komitmen Vasaka Hotel Jakarta dalam terus menghadirkan inovasi kuliner yang berkualitas sekaligus memberikan pengalaman bersantap yang berkesan bagi setiap tamu.
Promo ini kini sudah dapat dinikmati di Canting Restaurant, Lt. 7, Vasaka Hotel Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan menghubungi: +62 821 2222 5463 (Tian) atau check instagram di @vasakahoteljakarta.
Strategi Hotel
Program The Late Shift menjadi bagian dari komitmen Vasaka Hotel Jakarta untuk terus menghadirkan inovasi kuliner sekaligus memperkuat posisi Canting Restaurant sebagai destinasi bersantap di kawasan Jakarta Timur.
Dengan lokasi di lantai tujuh yang menawarkan suasana lebih tenang dibanding hiruk-pikuk jalanan ibu kota, restoran ini menyasar beragam kalangan, mulai dari pekerja yang baru menyelesaikan aktivitas, keluarga yang ingin menikmati makan malam bersama, hingga komunitas yang membutuhkan tempat berkumpul dengan sajian premium.
Ke depan, pendekatan seperti ini diperkirakan akan menjadi salah satu strategi penting industri perhotelan dalam memperluas sumber pendapatan non-kamar melalui sektor food and beverage, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pengalaman kuliner yang mengedepankan kualitas rasa, kenyamanan, dan atmosfer.


