faktanesia.id, – Pesantren At-Taubah Cileungsi terus memperkuat peranannya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga melek teknologi informasi. Di tengah pesatnya perkembangan digital, pesantren ini menghadirkan pendidikan komputer sebagai bagian integral dari kurikulum berbasis syariah.
Pendidikan komputer dan teknologi informasi tidak bisa dipisahkan dalam seluruh aspek kehidupan baik kebutuhan primer baik sandang pangan papan maupun kebutuhan sekunder baik dari bidang pendidikan, ekonomi dan sosiologi semua membutuhkan teknologi informasi.
Kesadaran akan pentingnya teknologi ini mendorong pesantren untuk membekali para santri dengan keterampilan digital yang relevan dan bermanfaat. Namun, pembelajaran tersebut tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam.
Salah satunya di pesantren At-Taubah para santri perlu dan harus dibekali pendidikan komputer karena teknologi informasi semakin hari semakin canggih. Maka asatidz perlu menguasai dan mengajarkan kepada santri teknologi informasi yang haq dan menjauhkan diri dari teknologi informasi yang tidak baik.
Filter Dampak Digital
Di sisi lain, pesantren juga menekankan pentingnya sikap selektif dalam menggunakan teknologi. Hal ini menjadi benteng agar santri tidak terjerumus pada dampak negatif dunia digital.
Karena di samping kecanggihan teknologi informasi yang memiliki banyak manfaat, terdapat banyak mudharat juga yang perlu disaring dan dihindarkan ketika dipelajari di pesantren.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak hanya dipahami sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana dakwah dan kemaslahatan umat.
Di sinilah pentingnya pesantren membangun teknologi informasi yang membawa maslahat untuk bekal santri di masa datang ketika tumbuh dewasa dan mengabdi kepada masyarakat dan memberikan pencerahan kepada umat.
Implementasi Pembelajaran IT
Implementasi pendidikan IT di Pesantren At-Taubah dilakukan secara rutin melalui kegiatan praktik di laboratorium komputer yang tersedia.
Di pesantren At-Taubah sendiri setiap pekan santri bergantian diberikan pendidikan komputer di laboratorium komputer sesuai syariat islam dipandu oleh asatidz yang kompetensi.
Program ini menjadi bagian dari strategi pesantren dalam menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Kedepan, melalui Pesantren ini lahir bibit bibit generasi hafiz Qur’an yang paham dengan teknologi informasi yang canggih yang lurus sirotol Mustaqim yang mampu melawan bahkan menghilangkan madharat terhadap teknologi informasi.
Profil dan Keunggulan

Pesantren At-Taubah yang berdiri sejak 2018 ini dikenal sebagai pesantren tahfiz dan bahasa Arab yang terus berkembang di wilayah Cileungsi. Diasuh oleh Ustadz Ikhwan Abidin Basri, pesantren ini telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama.
Meski tergolong baru, pesantren ini telah meluluskan dua angkatan santri dengan capaian membanggakan. Seluruh alumni tercatat telah menyandang predikat hafiz Al-Qur’an.
Kurikulum utama pesantren difokuskan pada pembinaan tahfiz Al-Qur’an dan penguasaan bahasa Arab. Pendekatan ini dirancang untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memahami makna dan konteks bahasa Al-Qur’an.
Menariknya, Pesantren At-Taubah juga mengintegrasikan pembinaan fisik melalui metode Dagestan, sebuah pendekatan bela diri dan gulat yang menekankan kekuatan fisik, disiplin, dan mental. Metode ini terinspirasi dari sistem pelatihan atlet dunia, termasuk Khabib Nurmagomedov.
Dengan perpaduan pendidikan agama, teknologi, bahasa, serta pembinaan fisik dan mental, Pesantren At-Taubah Cileungsi berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul secara spiritual, intelektual, dan jasmani.
Ke depan, pesantren ini diharapkan terus berkontribusi dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak, berilmu, dan memiliki daya saing tinggi di era digital berbasis syariah.


