faktanesia.id — Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Aceh menerima bantuan peralatan ibadah yang akan didistribusikan ke masjid-masjid di sejumlah daerah di Aceh yang terdampak banjir. Serah terima bantuan tersebut berlangsung di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, Jumat (9/1/2026), dan dikoordinasikan oleh Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Lhokseumawe.
Bantuan yang diterima tergolong signifikan, meliputi 13 unit sound system lengkap, 3.000 lembar sajadah, 3.000 lembar mukena, 10.000 lembar sarung, 5.000 mushaf Al-Qur’an, serta berbagai perlengkapan ibadah lainnya. Seluruh bantuan ini disiapkan untuk mendukung pemulihan fungsi masjid sekaligus mempercepat proses pembersihan dan normalisasi sarana ibadah pascabanjir bandang di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

Ketua PW DMI Aceh, Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masjid-masjid yang terdampak bencana.
“Bantuan peralatan ibadah ini akan segera kami salurkan ke masjid-masjid terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memulihkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat pasca bencana,” ujar Fakhruddin.
PW DMI Aceh menyatakan bahwa program bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Dewan Masjid Indonesia dalam membantu masyarakat, sekaligus menjaga peran strategis masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial, terutama pada masa pemulihan pascabencana.
Selain penyaluran bantuan, PW DMI Aceh juga menjadwalkan aksi pembersihan masjid yang akan dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, serta Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf.
PW DMI Aceh turut mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung proses pemulihan masjid di wilayah terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.


