Faktanesia.id, – Pacitan memasuki fase baru dalam peta pariwisata nasional dan global. Pada Sabtu, 29 November 2025, peletakan batu pertama (groundbreaking) Goed President Hotel Pacitan resmi dilaksanakan di atas lahan strategis seluas lebih dari 1,1 hektare.
Proyek prestisius tersebut digagas oleh Presiden Republik Indonesia ke-6, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersama pengusaha nasional Hermanto Tanoko, sebagai komitmen nyata menghadirkan pariwisata kelas dunia berbasis keanggunan lokal.
Pembangunan dan pengelolaan hotel butik berstandar internasional ini dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Hermanto Tanoko, dengan Tanrise (PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk) sebagai operator sekaligus mitra strategis.
Hadir pula entrepreneur dan motivator nasional Merry Riana sebagai salah satu pemilik, menandai kolaborasi lintas generasi dalam membangun kebangkitan ekonomi dan pariwisata Pacitan. Investasi senilai Rp100 miliar ini diharapkan menjadi katalis pengembangan Pacitan menuju panggung hospitality dan destination branding global.
Berlokasi tepat di seberang Museum dan Galeri Seni SBY*ANI, Goed President Hotel dirancang menjadi ikon baru Pacitan. Konsepnya memadukan arsitektur kontemporer dengan nuansa kearifan lokal, mengusung prinsip luxury meets locality yang menghadirkan pengalaman menginap berkelas internasional tanpa meninggalkan identitas budaya setempat.
Fasilitas hotel mencakup akomodasi eksklusif, sky lounge dengan panorama pesisir selatan, pusat wellness, ruang pertemuan berteknologi tinggi, serta program residensi seni yang akan merayakan talenta kreatif Pacitan.
Target beroperasi pada 2027, Goed President Hotel menyasar segmen premium yang selama ini belum terakomodasi di Pacitan. Kehadirannya tidak hanya menambah pilihan akomodasi, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata melalui peningkatan kualitas layanan, lama tinggal wisatawan, dan daya tarik bagi pasar MICE, wellness retreat, serta leisure terkurasi.
Dalam sambutannya, SBY menegaskan bahwa Pacitan memiliki kekayaan alam dan budaya yang layak dipersembahkan ke panggung dunia.
“Pacitan dikaruniai alam yang indah dan autentik. Pantai, gua, dan lanskapnya bukan hanya memanjakan mata, tetapi menghadirkan ketenangan yang membekas bagi para wisatawan,” ujar SBY.
“Dengan garis pantai yang kami sebut 70 Miles of Sea Paradise, Pacitan menyatukan keelokan samudra, tebing, dan budaya pesisir. Kami ingin setiap tamu merasakan harmoni alam, budaya, dan keramahan Pacitan, sebuah keindahan yang patut dinikmati sekaligus dijaga,” tambahnya.
Hermanto Tanoko menambahkan bahwa Pacitan kini memasuki era percepatan pembangunan pariwisata.
“Potensi pariwisata Pacitan sangat besar dan kini memasuki babak akselerasi,” ungkapnya.
“Melalui Goed President Hotel, kami membawa praktik terbaik industri perhotelan untuk membangun ekosistem yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberi multiplier effect bagi ekonomi lokal. Ini menjadi kunci pembuka peluang baru bagi Pacitan, mendorong pertumbuhan yang lebih merata, pembangunan yang berkeadilan, serta meneguhkan identitas Pacitan sebagai The Hidden Gem of Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Merry Riana menekankan pentingnya peran ekonomi kreatif lokal dalam pembangunan pariwisata yang inklusif.
“Ekonomi kreatif Pacitan punya ruang tumbuh yang luar biasa, dari kriya, kuliner, musik hingga seni bercerita,” ujar Merry. “Melalui kehadiran Goed President Hotel, kami akan membuka panggung bagi karya lokal melalui kurasi program, pelatihan, dan kolaborasi, agar nilai tambah dirasakan langsung oleh masyarakat.”
Lebih dari sekadar hotel, proyek ini dirancang sebagai katalis pembangunan daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas SDM, kolaborasi dengan UMKM, dan penerapan standar keberlanjutan.
Dengan dukungan alam ikonik seperti Pantai Klayar, Watu Karung, dan Gua Gong, Goed President Hotel diharapkan menjadi pintu elegan yang menghubungkan Pacitan dengan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Groundbreaking hari ini menandai bukan hanya pembangunan sebuah hotel, tetapi juga lahirnya babak baru Pacitan sebagai destinasi wisata premium berkelas dunia.[]


