faktanesia.id – Dugaan pengeroyokan menimpa Rida, seorang jamaah pengajian di Kota Tangerang. Peristiwa itu terjadi saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Poris Plawad Utara, Cipondoh, Minggu (21/9/2025) malam, yang menghadirkan penceramah Habib Bahar bin Smith.
Rida kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Tangerang akibat luka serius yang dialami. Kasus ini telah dilaporkan oleh istrinya, Fitri Yulita, ke Polres Metro Tangerang Kota dengan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor pada Senin (23/9/2025).
“Suami saya cuma mau salaman, bukan macam-macam. Tapi tiba-tiba dituduh mau nyolok mata Habib, lalu dipukuli ramai-ramai,” ungkap Fitri.
Fitri yang menyaksikan langsung insiden tersebut mengaku trauma. Ia melihat suaminya dihajar habis-habisan hingga terkapar tak berdaya. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi membuat tubuh Rida penuh luka lebam. Tidak hanya itu, motor dan telepon genggam milik suaminya juga masih ditahan panitia pengajian.
“Bukan hanya dipukuli, barang-barang suami saya juga masih ditahan. Ini sungguh keterlaluan,” tambah Fitri.
Berdasarkan keterangan korban, pemukulan pertama justru dilakukan langsung oleh Bahar bin Smith. Aksi itu kemudian memicu pengawalnya melakukan pengeroyokan lebih lanjut. Rida dituduh hendak melakukan provokasi, padahal ia hanya berniat bersalaman usai pengajian.
Setelah dipersekusi di lokasi, korban dibawa ke sebuah ruangan dekat area pengajian dan kembali dikeroyok. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang dengan kondisi luka sobek di pelipis kiri dan bibir, lebam di punggung akibat benda tumpul, serta luka bakar di tangan akibat sundutan rokok.
Hingga saat ini, Fitri menegaskan belum ada pemanggilan atau pemeriksaan terhadap terduga pelaku pengeroyokan. Ia berharap aparat segera bertindak agar para pelaku ditangkap dan diadili.
Ketua PW GP Ansor Banten, Tb Adam Ma’rifat, menegaskan peristiwa dugaan pengeroyokan itu harus diproses hukum. “Negara ini negara hukum. Gak boleh ada cara preman main hakim sendiri kaya orang barbar. LBH kawal sampai keadilan ditegakkan,” ujarnya.

Senada, Komandan Banser Banten, Sukiman, mengecam keras aksi persekusi yang menurutnya sangat biadab dan jauh dari nilai kemanusiaan. Ia juga menyayangkan dugaan keterlibatan Bahar bin Smith dalam pemukulan terhadap korban.
“Sebagai seorang pendakwah yang paham agama, harusnya bisa meredakan kondisi, bukannya terlibat menyulut aksi persekusi yang tidak manusiawi. Panitia pengajian pun sampai saat ini belum ada yang menjenguk korban,” tegas Sukiman.


