Komitmen tersebut disampaikan Jusuf Kalla seusai melantik Murdani sebagai Ketua PMI Provinsi Aceh masa bakti 2025–2030 di Aula Markas PMI Banda Aceh, Kamis (18/12/25).
Menurut JK, bencana banjir kali ini memiliki skala yang sangat luas dan kompleks. Sekitar 18 kawasan terdampak, menjadikannya ujian berat bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ia bahkan menyebut banjir tersebut kerap dianalogikan sebagai tsunami kedua, meski karakter bencananya berbeda.
“Jika tsunami dulu berasal dari laut, sekarang air datang dari gunung membawa kayu dan lumpur yang merusak rumah, jembatan dan infrastruktur. Ini tantangan besar yang harus dihadapi bersama,” ujar Jusuf Kalla.
Dalam situasi tersebut, PMI mengambil peran penting dalam membantu warga terdampak, terutama pada fase tanggap darurat. Layanan kesehatan, penyediaan darah, hingga distribusi logistik menjadi fokus utama. PMI Pusat, kata dia, telah menyalurkan bantuan berupa logistik, mobil tangki air, kantong darah, serta mengerahkan lima tim dokter dari Jakarta, Solo, Semarang, Malang dan Tangerang untuk memperkuat pelayanan medis di Aceh.

JK juga menegaskan bahwa kekuatan PMI terletak pada jejaring relawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekitar 1,5 juta relawan siap bergerak di berbagai situasi kebencanaan dan kemanusiaan.
Dalam kerangka penanganan bencana, PMI bekerja melalui tiga tahapan, yakni tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Saat ini, Aceh mulai memasuki fase rehabilitasi, meski penanganan darurat masih terus berjalan seiring dinamika di lapangan.
“Banjir ini membawa lumpur dan kayu yang sangat berbahaya. Jika lumpur dibiarkan terlalu lama di rumah, akan mengeras dan semakin sulit dibersihkan. Karena itu, kami akan mengirim mobil air khusus untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga agar mereka bisa segera kembali,” jelasnya.
Tak hanya kerusakan fisik, Jusuf Kalla menyoroti dampak lanjutan terhadap perekonomian masyarakat. Sawah yang tertimbun lumpur dan terputusnya mata pencaharian warga menjadi persoalan serius yang memerlukan penanganan berkelanjutan dan sinergi jangka panjang antara pemerintah pusat, daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa percepatan penanganan pascabencana sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan dan psikologis warga, terutama anak-anak yang aktivitas pendidikannya terganggu akibat bencana.
Menutup sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PMI Aceh yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat bekerja optimal dan responsif dalam melayani masyarakat.
“Kemanusiaan tidak punya batas. PMI siap bekerja bersama pemerintah daerah dan pusat untuk membantu masyarakat Aceh melewati masa sulit ini,” pungkasnya.


