Muallim Bahar bukan nama baru dalam dunia aktivisme dan advokasi. Sejak masa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis yang konsisten bergerak di berbagai organisasi mahasiswa, baik di lembaga intra maupun ekstra kampus. Proses panjang dalam dinamika organisasi tersebut membentuk karakter kepemimpinannya hingga kini.
Jejak kaderisasinya ditempa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi kader yang didirikan Lafran Pane. Dari ruang pengkaderan itu, Muallim Bahar kemudian melanjutkan kiprahnya di gerakan kepemudaan berbasis politik dengan aktif di Gerakan Pemuda Ka’bah, sayap kepemudaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Di luar aktivitas organisasi, Muallim Bahar juga dikenal sebagai advokat yang aktif menangani berbagai perkara. Dalam praktik profesinya, ia kerap tampil di sejumlah program televisi nasional untuk memberikan pandangan hukum serta terlibat dalam advokasi sejumlah kasus besar, termasuk mendampingi artis papan atas, menteri hingga anggota DPR RI.
Rekam jejak advokasinya juga tercatat dalam perjuangan masyarakat di daerah. Beberapa tahun lalu, ia menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam advokasi pembebasan lahan proyek Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar. Perjuangan tersebut kemudian dikenal publik dengan istilah “kampung miliarder”, setelah warga memperoleh kompensasi lahan yang dinilai layak.
Dengan latar belakang aktivisme, pengalaman advokasi, serta jaringan luas di dunia hukum dan kepemudaan, kehadiran Muallim Bahar di jajaran pengurus KNPI Sulsel dinilai akan memperkuat peran organisasi dalam mengawal isu-isu hukum, keadilan, serta perlindungan terhadap pemuda.
Muallim Bahar sendiri menegaskan komitmennya untuk menjadikan bidang hukum dan advokasi KNPI sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan bagi pemuda dan masyarakat.
“KNPI harus hadir sebagai rumah besar pemuda yang bukan hanya berbicara tentang gagasan, tetapi juga berani berdiri di depan ketika masyarakat membutuhkan keadilan,” ujarnya.
Dengan komposisi kepengurusan baru, DPD KNPI Sulawesi Selatan diharapkan mampu mengonsolidasikan kekuatan pemuda secara lebih solid sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.


