Faktanesia.id, – Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa semester I Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), berhasil meraih Penghargaan The Most Impactful Innovation pada Lomba Inovasi Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Dies Natalis FKM USU ke-32 Tahun 2025. Pengumuman pemenang digelar pada Rabu, 26 November 2025, di Kampus USU, Medan.
Ja’far dinilai mampu mewujudkan kombinasi luar biasa antara kecerdasan ilmiah dan empati sosial kerakyatan melalui program Pengobatan Massal Gratis dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat di Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.
Program tersebut menyasar ratusan warga kurang mampu dengan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, edukasi, dan pengobatan tradisional berbasis formula herbal risetnya, Biofar SS.
Meskipun berasal dari latar belakang pendidikan S1 Konseling, Ja’far telah menorehkan puluhan penghargaan internasional di 194 negara, termasuk Juara Dunia Penelitian Medis di China.
Penemuan herbalnya, Biofar SS, diakui sebagai inovasi bioteknologi kelas dunia dan telah membawanya dikenal sebagai Ilmuwan Kelas Dunia asal Indonesia.
“Inovasi bukan hanya tentang gagasan, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Itulah tujuan utama saya mengembangkan Biofar SS,” ujar Ja’far saat menerima penghargaan.
Sejak 2016, Ja’far konsisten mengembangkan Klinik Center Biofar SS Pengobatan Gratis di Medan dan memberikan layanan pengobatan dan obat herbal gratis bagi jutaan pasien dari berbagai wilayah, termasuk luar negeri.
Ia menegaskan bahwa penemuannya tidak hanya untuk industri, tetapi juga untuk misi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Marendal I, Ir. Ardianto, mengapresiasi kontribusi Ja’far. “Pengobatan gratis ini sangat membantu masyarakat kami, terutama yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
Dosen FKM USU, Sri Rahayu Sanusi, SKM., M.Kes., Ph.D., yang turut memberikan edukasi kesehatan dalam program Ja’far, menyebut inovasi tersebut sebagai representasi sejati ruh kesehatan masyarakat.
“Apa yang dilakukan saudara Ja’far adalah wujud kolaborasi antara ilmu, empati, dan pengabdian sosial,” ucapnya.
Ja’far juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas beasiswa dan dukungan sarana penelitian yang diterimanya. Bantuan tersebut, menurutnya, sangat berperan penting dalam keberlanjutan penelitiannya.
“Tanpa dukungan itu, saya mungkin sudah berhenti menjadi peneliti. Ini adalah bentuk kepercayaan negara kepada anak bangsa yang berjuang dari bawah,” ungkapnya.
Melalui prestasi ini, Ja’far berharap mampu memotivasi generasi muda, khususnya mahasiswa Indonesia, untuk mengembangkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semakin tinggi prestasi, semakin besar tanggung jawab untuk kembali ke masyarakat,” tutupnya.
Ajang Lomba Inovasi Pemberdayaan Masyarakat menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 FKM USU, yang juga diisi dengan peluncuran buku FKM USU 1985–2025, orasi ilmiah, bazar UMKM, apresiasi dosen, dan berbagai penampilan seni budaya.[]


