faktanesia.id — Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan pendidikan berupa 50.000 buku tulis dan 25.000 pulpen untuk sekolah-sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini merupakan wujud kepedulian PMI terhadap pemenuhan kebutuhan dasar siswa, sekaligus respons atas keprihatinan mendalam terhadap kasus tragis seorang anak yang meninggal dunia akibat tekanan psikologis terkait ketiadaan alat tulis.
Seluruh bantuan tersebut dibeli langsung di Kota Kupang sebagai upaya percepatan penyaluran sekaligus mendukung perekonomian lokal. Saat ini, bantuan telah tiba dan diterima di Markas PMI Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah yang dinilai paling membutuhkan.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh akses pendidikan yang layak, termasuk tersedianya sarana belajar dasar seperti buku dan alat tulis.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hal sederhana seperti buku dan pulpen sangat berarti bagi masa depan anak-anak. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar tersebut terpenuhi, sekaligus mendorong kepedulian bersama agar tidak ada lagi anak yang merasa tertinggal atau tertekan karena keterbatasan,” ujar Jusuf Kalla, Minggu (7/2/26).
Ia menambahkan, bantuan tersebut tidak hanya bersifat respons kemanusiaan, tetapi juga bagian dari komitmen PMI dalam mendukung keberlangsungan pendidikan serta menjaga kesehatan mental anak-anak, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses.
PMI Provinsi NTT bersama PMI kabupaten dan kota akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta pemerintah daerah untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan tepat sasaran dan menjangkau siswa yang paling membutuhkan.


