faktanesia.id – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak semestinya berhenti pada orientasi mencari pekerjaan. Menurutnya, sarjana justru dituntut menjadi pencipta lapangan kerja, motor penggerak kemajuan daerah, sekaligus garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam.
Penegasan tersebut disampaikan JK saat memberikan sambutan pada Wisuda dan Dies Natalis ke-IX Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Bell, Pekanbaru, Rabu (14/01/26).
JK menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Dies Natalis ke-IX Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, sekaligus apresiasi kepada para wisudawan dan orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
“Seorang sarjana bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi harus mampu membuat pekerjaan. Inilah kepahlawanan masa kini,” ujar JK di hadapan civitas akademika dan para wisudawan.
JK menjelaskan bahwa makna kepahlawanan telah mengalami pergeseran seiring perkembangan zaman. Jika pada masa lalu pahlawan identik dengan perjuangan melawan penjajahan, maka pada masa kini kepahlawanan diwujudkan melalui upaya melawan kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, dan keterbelakangan dengan bekal ilmu pengetahuan, teknologi, serta kerja keras.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyoroti potensi kekayaan alam Provinsi Riau yang sangat besar, baik yang berada di darat maupun di bawah tanah. Namun, ia mengingatkan bahwa kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Riau ini daerah yang sangat kaya. Pertanyaannya, berapa banyak yang dikuasai dan dinikmati oleh masyarakat Riau sendiri,Ini tantangan bagi para sarjana,” tegasnya.
Tak hanya soal ekonomi, JK turut mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Ia menyinggung berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sebagai dampak dari kerusakan alam dan pengelolaan sumber daya yang tidak berkelanjutan.
“Kita harus mengambil manfaat dari alam tanpa merusaknya. Jangan sampai kekayaan dinikmati segelintir orang, sementara masyarakat kecil menanggung dampaknya,” katanya.
Dalam konteks global, JK juga menyinggung situasi dunia yang tengah diliputi konflik dan peperangan di berbagai kawasan. Ia bersyukur Indonesia masih berada dalam kondisi damai, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
Menutup sambutannya, JK mengajak para wisudawan menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai jiwa pengabdian kepada bangsa, daerah, dan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah kepemimpinan agar kekayaan daerah tidak disalahgunakan.
“Jangan sampai negeri kaya, rakyatnya tertinggal, dan pemimpinnya masuk penjara. Generasi muda harus belajar dari masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.


