Faktanesia.id, – Gerakan Pemuda Amanah Bangsa (GPAB) menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap bobroknya pengelolaan infrastruktur di Kabupaten Limapuluh Kota, yang mencerminkan lemahnya tanggung jawab dari Dinas PUPR setempat.
Dalam pernyataan resminya, GPAB menyoroti berbagai persoalan dalam proyek-proyek pembangunan yang hingga kini masih menyisakan ketidakjelasan. Salah satunya adalah proyek pembangunan Jembatan Lubuak Nago yang hingga Januari 2025 belum rampung, padahal progres seharusnya sudah mendekati 100 persen. Keterlambatan ini merugikan akses masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, proyek rabat beton di Galuguah juga menuai sorotan karena diduga menggunakan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Pelaksanaan di lapangan terindikasi asal-asalan, sementara pengawasan dari dinas teknis hampir tidak terlihat. Hal ini memperkuat dugaan adanya pembiaran dan kelemahan sistem pengendalian mutu dalam pelaksanaan proyek.
Sementara itu, pembangunan Gedung Dinas Pendidikan yang tidak mengantongi izin lingkungan memperlihatkan bahwa prosedur hukum dan regulasi dasar pun terabaikan. Padahal, pembangunan fasilitas pemerintah seharusnya menjadi contoh kepatuhan terhadap aturan.
GPAB menilai bahwa serangkaian persoalan ini bukan hanya kegagalan teknis semata, melainkan bentuk dari krisis kepemimpinan dan lemahnya integritas pejabat di lingkup Dinas PUPR. Oleh karena itu, GPAB mendesak Bupati Limapuluh Kota untuk segera mengambil tindakan tegas dan mencopot Kepala Dinas PUPR dari jabatannya.
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik, menegakkan akuntabilitas, serta mencegah kerugian yang lebih besar terhadap keuangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
GPAB juga mendorong aparat penegak hukum serta lembaga audit negara untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh proyek infrastruktur tahun anggaran 2024 di Kabupaten Limapuluh Kota. Masyarakat luas, media, dan organisasi sipil diimbau untuk terus mengawal isu ini agar tidak berhenti hanya di permukaan.[]


