Faktanesia.id, – Peringatan Hari Santri Nasional di Desa Jagapura Wetan, Ahad (16/11/2025), diisi dengan kegiatan bertema lingkungan oleh santri Yayasan Generasi Al-Qur’an Nurul Ikhsan.
Melalui program Edu Environment, para santri diajak memahami pentingnya menjaga alam sebagai wujud keimanan dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan masjid dan area belajar mengaji, dilanjutkan dengan edukasi menanam, perawatan tanaman, hingga praktik reuse melalui pembuatan pot dari botol plastik bekas. Warga, aparat desa, serta para tokoh masyarakat turut hadir memberikan dukungan penuh.
Ketua pelaksana, Ustadzah Fatikhatul Jannah, menyebut kegiatan tersebut bertujuan membangun karakter disiplin lingkungan sejak dini.
Pembina yayasan, Dr. KH. Ikhsan Abdullah, menegaskan bahwa santri harus menjadi teladan dalam gerakan menjaga kelestarian alam. Ia berharap pendidikan lingkungan yang dimulai dari pesantren dapat menjadi langkah nyata menuju generasi yang lebih peduli bumi.
Dalam sesi edukasi lapangan, para santri diajarkan teknik dasar menanam dan merawat tanaman serta pentingnya tidak merusak pepohonan. Santri juga dibimbing untuk menghemat penggunaan air, bijak menggunakan listrik, serta tidak memubazirkan makanan. “Kami ingin membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab lingkungan sejak usia dini,” tambah Ustadzah Fatikhatul Jannah.
Pada aksi penghijauan, sebagian pot tanaman dibuat dari botol bekas air mineral Leminerale yang didaur ulang menjadi media tanam. Langkah ini ditujukan untuk menumbuhkan budaya reuse dan recycle, sekaligus mengurangi penggunaan plastik.
Ikhsan Abdullah yang juga Wakil Sekjen MUI dan Katib Syuriyah PBNU, mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam kegiatan tersebut.
“Santri harus hadir sebagai teladan dalam menjaga lingkungan. Inisiatif kecil seperti menanam, merawat, dan tidak membuang sampah sembarangan adalah bagian dari akhlak yang harus dijaga,” ujarnya.
Ikhsan menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari pendidikan. “Ketika santri dibiasakan peduli sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat bumi,” kata Ikhsan.[]


