faktanesia.id, – Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) tengah mempersiapkan gelaran besar Silaturahmi Nasional (Silatnas) Remaja Masjid 2026 yang akan berlangsung pada 5-7 Februari 2026 di Jakarta.
Acara tersebut mengangkat tema kuat “Merajut Ukhuwah, Menyemai Peradaban Qur’ani” yang menjadi penanda keseriusan PRIMA DMI membangun ekosistem remaja masjid yang berdaya, berkarakter, dan berorientasi nilai-nilai Al-Qur’an.
Berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Silatnas kali ini diposisikan sebagai forum konsolidasi nasional untuk memperkuat jejaring gerakan remaja masjid di seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Silatnas, Dr. Badruddin, M.Pd, menegaskan bahwa momentum ini dirancang untuk melahirkan rumusan strategis bagi peran generasi muda dalam pembangunan peradaban Islam.
>“Silatnas PRIMA DMI bukan sekadar forum pertemuan, tetapi ajang merumuskan langkah-langkah besar membangun peradaban Qur’ani melalui peran remaja masjid. Kami ingin memastikan para peserta mendapatkan inspirasi, jejaring baru, dan bekal program yang bisa diterapkan di masjid masing-masing,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Panitia menyiapkan ragam agenda yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas remaja masjid, mulai dari dialog kebangsaan, lokakarya keumatan, pelatihan kepemimpinan, hingga kajian strategis tentang kontribusi generasi muda dalam menguatkan peran masjid di era modern.
Ketua Umum PRIMA DMI, Munawar Khalil, S.IP., M. Sos, menyampaikan bahwa Silatnas ini menjadi bagian dari langkah nasional DMI dalam memperkuat kaderisasi dan merawat semangat persatuan antar-remaja masjid.
“PRIMA DMI berkomitmen melahirkan generasi masjid yang unggul secara moral, intelektual, dan sosial. Melalui Silatnas, kami ingin memperkuat ukhuwah dan membangun fondasi peradaban yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkap Munawar.
Salah satu daya tarik Silatnas 2026 adalah kehadiran tokoh-tokoh nasional dari unsur ulama, cendekiawan, hingga pejabat tinggi negara. Hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Pimpinan Pusat DMI, Menteri Agama RI, Ketua MPR RI, Ketua MUI Pusat, Ketua BAZNAS RI, dan Ketua Komisi VIII DPR RI.
Keterlibatan para tokoh nasional tersebut memberikan ruang perspektif lebih luas, terutama terkait penguatan kapasitas masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pemberdayaan umat, dan pusat peradaban yang berkesinambungan.
Munawar meyakini Silatnas 2026 akan menjadi titik balik penting bagi gerakan remaja masjid di Indonesia.
“Kami berharap Silatnas PRIMA DMI 2026 menjadi momentum lahirnya gerakan remaja masjid yang lebih progresif, inovatif, serta mampu berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terus dimantapkan, PRIMA DMI optimistis Silatnas mendatang akan menjadi ajang besar yang memperkuat jaringan remaja masjid dan mendorong lahirnya program-program kolaboratif yang lebih strategis.
PRIMA DMI (Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia) merupakan organisasi otonom DMI yang bertugas memberdayakan pemuda masjid sebagai agen perubahan sosial.
Dengan program pendidikan, ekonomi, sosial, dan kolaborasi lintas generasi, PRIMA DMI bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban modern yang progresif, inspiratif, dan responsif terhadap isu umat serta kebangsaan.
Organisasi tersebut juga menjadi wadah konsolidasi, pembinaan, dan pengembangan remaja masjid di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat kapasitas pemuda dan memajukan peradaban Islam di Indonesia.[]


