Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara mengenai kabar meninggalnya seorang sopir truk sampah di Jakarta Selatan. Informasi tersebut ia dapat langsung dari Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, yang pertama kali melaporkan kejadian itu.
Pramono menjelaskan bahwa meski sempat muncul dugaan kelelahan akibat pekerjaan, terdapat pula indikasi faktor kesehatan yang turut berperan.
“Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Wali Kota Jakarta Selatan mengenai hal tersebut. Memang yang bersangkutan juga terindikasi ada penyakit jantung,” ujar Pramono di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, melansir dari lama Berita Resmi Pemprov Daerah Khusus Jakarta, Senin (8/12).
Atas dasar itu, ia langsung memberikan instruksi agar keluarga almarhum menerima hak santunan secara penuh, mengingat korban meninggal saat sedang bertugas.
“Saya sudah meminta karena dia sedang bekerja kemudian meninggal dunia, untuk diberikan santunan yang maksimal,” jelasnya.
Pramono menambahkan bahwa proses pemberian santunan telah dilakukan oleh dinas terkait serta BPJS Ketenagakerjaan. Ia memastikan penanganannya dipantau langsung.
“Kemarin sudah ditangani, diberikan santunan yang maksimal, baik oleh dinas terkait dan juga oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sudah ditangani itu, saya kebetulan memonitor,” ujarnya.
Sebagai informasi, sopir truk milik Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan tersebut dilaporkan meninggal pada Jumat (5/12), diduga akibat kelelahan saat mengantre panjang untuk membongkar muatan di TPST Bantar Gebang.


