faktanesia.id — Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran warga dan pemerintah daerah. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan, terutama pada malam hari, karena tingginya risiko paparan asap yang dapat membahayakan kesehatan.
“Asap di Pontianak umumnya kiriman dari kebakaran lahan di daerah sekitar. Di musim kemarau seperti sekarang, curah hujan yang rendah dan suhu panas memicu pembakaran lahan, baik untuk pembersihan maupun pembukaan,” ujar Edi dalam keterangan tertulis pada Rabu (30/07).
Menurut Edi, wilayah gambut seperti Pontianak Selatan, Tenggara, dan Utara menjadi fokus utama pengawasan karena rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kota Pontianak telah meningkatkan patroli dan pengawasan dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perangkat RT, RW dan kelurahan.
Kondisi kabut asap dikabarkan memburuk pada malam hari.
“Asap lebih pekat saat malam karena berat jenisnya turun ke bawah. Ini berbahaya bagi kesehatan,” jelas Edi.
Data pemantauan kualitas udara menunjukkan kategori “tidak sehat”, terutama pada malam dan pagi hari. Fasilitas kesehatan juga mulai melaporkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan penderita asma.
Wali kota mengimbau seluruh warga, khususnya kelompok rentan, untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan dan pencegahan dampak kabut asap yang terus memburuk.


