faktanesia.id, – Rangkaian kaderisasi Masa Kualifikasi Anggota HIMI (MAKAH) yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (PW HIMI PERSIS) Banten bersama Pimpinan Daerah HIMI PERSIS Serang Raya resmi berakhir pada Ahad (28/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 26–28 Desember 2025, bertempat di Aula TK Persis Al-Manar, Kota Serang.
MAKAH tahun ini mengusung tema “Internalisasi Nilai Innamal ‘Ilmu Bitta’allum dalam Upaya Pembentukan Muslimah Muda yang Cendekia”, sebagai ikhtiar memperkuat fondasi keilmuan, ideologi, dan karakter kader perempuan Persatuan Islam. Program ini menjadi bentuk sinergi antarstruktur HIMI PERSIS di Banten dalam memperkuat kaderisasi tingkat dua di lingkungan organisasi.
Sebanyak 14 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten, ditambah satu delegasi dari PW HIMI PERSIS Jakarta, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. Seluruh peserta dinyatakan mengikuti proses kaderisasi secara penuh dan intensif.
Pembukaan kegiatan pada Jumat siang (26/12/2025) berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran PW PERSIS Banten beserta perwakilan badan otonom Persis, seperti Persistri, Pemuda Persis, Pemudi Persis, HIMA Persis, serta Pimpinan Pusat HIMI PERSIS yang hadir sebagai Tim Kaderisasi Nasional.
Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya menegaskan posisi strategis MAKAH dalam sistem kaderisasi HIMI PERSIS. “MAKAH ini adalah kaderisasi tingkat dua dalam lingkup keorganisasian HIMI PERSIS. Peserta yang mengikuti berjumlah 14 orang dari berbagai perguruan tinggi di Banten, dan akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sampai akhir acara,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, proses kaderisasi dipandu langsung oleh Tim Kaderisasi Nasional PP HIMI PERSIS, yang terdiri dari Ghina Ainal Mardliyah selaku Ketua Umum PP HIMI PERSIS, serta Mutiara, Dila Rahmawati, Luthfi Anbar, dan Bela Nurlaetul sebagai instruktur.
Dalam sambutan penutupan, Ketua PW HIMI PERSIS Banten, Desi Haifa Nurfauziah, menekankan bahwa MAKAH memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar agenda formal organisasi.
“Kegiatan MAKAH ini bukanlah sekadar lanjutan dari proses formal kaderisasi. Lebih dari itu, ia adalah ruang pematangan, ruang pendalaman, dan ruang internalisasi nilai-nilai dasar perjuangan HIMI PERSIS,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi pesan utama tema kaderisasi yang diangkat. “Menjadi muslimah yang cendekia tidak cukup hanya dengan status akademik atau kecerdasan intelektual semata. Ia menuntut kesungguhan belajar, kerendahan hati untuk terus bertumbuh, serta keberanian untuk mengikat ilmu dengan nilai, akhlak, dan tanggung jawab sosial,” ungkap Desi.
Menurutnya, kader HIMI PERSIS harus diposisikan sebagai agen perubahan. “Melalui Masa Kualifikasi ini, kami berharap lahir kader-kader Mahasiswi Persis yang memiliki keteguhan ideologi, kejelasan arah berpikir, serta karakter yang kuat dalam bersikap dan bertindak,” lanjutnya.
Sepanjang kegiatan, peserta mendapatkan enam materi utama, meliputi studi kritis ideologi dunia, analisis wacana kritis, peta dakwah dan diskusi, manajemen konflik, studi kritis feminisme, serta isu keperempuanan di daerah. Seluruh materi disampaikan melalui pemaparan dan forum diskusi interaktif guna mengasah nalar kritis peserta.
Pada penghujung acara, Tim Instruktur Nasional HIMI PERSIS membacakan Surat Keputusan Kelulusan Nomor 20/B/SK/TIMINSTRUKTURNASIONALHIMIPERSIS/XII/2025, yang menetapkan seluruh 14 peserta lulus berdasarkan penilaian kognitif, afektif, serta psikomotorik dan esai.
Ketua Umum PP HIMI PERSIS, Ghina Ainal Mardliyah, menegaskan bahwa MAKAH merupakan bagian integral dari misi dakwah organisasi. “Agenda Masa Kualifikasi Anggota HIMI PERSIS bukanlah sekadar kegiatan seremonial. MAKAH adalah bagian penting dari dakwah jam’iyyah untuk melahirkan kader perempuan berkarakter ulul ‘ilmi,” ujarnya.
Ia juga menekankan posisi ilmu sebagai jalan perjuangan kader. “Di sinilah HIMI PERSIS meneguhkan dirinya sebagai tempat tumbuhnya perempuan yang berpikir tajam, berjiwa kokoh, dan berkomitmen kuat terhadap dakwah berbasis keilmuan,” katanya.
Ghina Ainal turut mengapresiasi komitmen PW HIMI PERSIS Banten dalam menyelenggarakan kaderisasi.
“Di tengah berbagai keterbatasan, PW HIMI PERSIS Banten tetap memilih menyelenggarakan kaderisasi. Dari ikhtiar inilah denyut kaderisasi HIMI PERSIS terus terjaga,” tuturnya.
Sementara itu, peserta terbaik MAKAH, Nur Aisyah Humairoh, menyampaikan kesan positif selama mengikuti kegiatan. “MAKAH ini sangat berbeda dengan KABAH. Banyak ruang diskusi yang akhirnya membuka pikiran kami untuk lebih berpikir kritis terhadap isu-isu sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil kaderisasi ini memberi dampak jangka panjang bagi organisasi. “Semoga MAKAH ini bisa meng-upgrade ilmu seluruh kader, dan ke depan ilmu tersebut diperuntukkan untuk menjaga rumah kita, yaitu HIMI PERSIS itu sendiri,” pungkasnya.
Rangkaian MAKAH 2025 resmi ditutup dengan prosesi pengembalian peserta kepada panitia, pengumuman peserta terbaik, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus.[]


