faktanesia.id, – Alunan musik syahdu nan unik yang dipersembahkan Dwiki Dharmawan, Gilad Atzmon dan Dewa Budjana sukses menyihir para penonton dalam konser perdana Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang digelar di deConcert Room, Deheng House, Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam.
Sejak nada pertama dimainkan, harmoni lintas budaya yang dirajut Dwiki Dharmawan bersama pemain saksofon dan klarinet terkenal Gilad Atzmon, serta sang legenda gitaris Indonesia Dewa Budjana menghadirkan pengalaman musikal yang intim, reflektif, sekaligus penuh energi spiritual.
Setiap karya musik mengalir dengan sentuhan magis, memadukan improvisasi jazz, warna etnik, serta ekspresi musikal kontemporer yang membuat penonton terpukau dan larut dalam suasana.
Tak sekadar pertunjukan musik, konser ini juga menjadi panggung penyampaian pesan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan, khususnya dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“Kita semua di sini mendukung Palestina yang merdeka,” kata Dwiki Dharmawan di hadapan penonton.
Pesan tersebut disambut hangat oleh audiens, yang memenuhi ruang konser dengan tepuk tangan panjang sebagai bentuk dukungan moral dan empati.
“Gaza Mon Amour”, Musik sebagai Suara Kemanusiaan
Salah satu momen paling menyentuh malam itu adalah saat dibawakannya karya berjudul “Gaza Mon Amour”, komposisi ciptaan Gilad Atzmon yang menjadi bagian dari album terbaru Anagnorisis.
Lagu tersebut tampil sebagai ekspresi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina, dengan nuansa melankolis yang kuat namun sarat harapan.
Melalui permainan saksofon Gilad yang emosional, berpadu dengan piano Dwiki yang ekspresif serta sentuhan gitar Dewa Budjana yang khas, “Gaza Mon Amour” menjelma menjadi pesan musikal tentang penderitaan, keteguhan, dan harapan akan perdamaian.
Selain menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat. Gilad Atzmon, konser ini juga didukung para musisi pendamping, yakni Dewa Budjana dan Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), serta Kelvin Andreas (drum).
Kolaborasi mereka memperkaya tekstur musikal dan menghadirkan dinamika panggung yang memukau.
Konser perdana Anagnorisis Indonesia Tour 2026 ini turut dihadiri sejumlah tokoh, pejabat, dan figur publik dari berbagai kalangan. Tampak hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, serta duta besar negara sahabat, di antaranya Dubes Italia Roberto Coalmine, Dubes Polandia Barbara Zsymanowska, Dubes Sisilia Nico Barito, Dubes Hungaria Lilla Karsay, Dubes Serbia Ivana Duboka, Dubes Kosta Rika Francisco Jose Masis Holdridge, dan Charge D Affaires Ukraina Yevhenia Shynkarenko.
Sejumlah tokoh seni dan budaya juga turut menyaksikan konser tersebut, antara lain Wakil Ketua MPR RI sekaligus pemilik Lion Group Rusdi Kirana, Eros Djarot, Natalia Sutrisno (puteri Try Sutrisno), Ikang Fauzi, Bella Fauzi, Sandhy Sondoro, serta Lexy Budiman, pemilik Deheng House.
Konser yang dipandu Ade Andrini ini menjadi pembuka rangkaian Anagnorisis Indonesia Tour 2026 yang akan berlanjut ke sejumlah kota di Indonesia, sekaligus menegaskan peran musik sebagai bahasa universal untuk dialog, perdamaian, dan solidaritas kemanusiaan.[]


